ANSOR DAN PEMUDA INDONESIA (Kajian PD & PRT GP Ansor)

ANSOR DAN PEMUDA INDONESIA

(Kajian PD & PRT GP Ansor)

MUKADIMAH

Pemuda adalah salah satu fase dalam kehidupan manusia, walaupun ada yang menafikannya karena menganggap bahwa pemuda berada di dua fase yaitu remaja dan dewasa. Terlepas dari itu semua, dalam organisasi Nahdlatul Ulama, pemuda mempunyai tempat tersendiri yang disebut Gerakan Pemuda Ansor.

Bahwa  sesungguhnya generasi muda indonesia sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi  pembangunan nasional, perlu senantiasa meningkatkan pembinaan dan pengembangan dirinya, untuk menjadikan kader bangsa yang tangguh. yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh, yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berketrampilan dan berakhlaq mulia.

Bahwa sesungguhnya kelahiran dan perjuangan gerakan pemuda Ansor merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya dan cita- cita Nahdlatul Ulama untuk berkhidmat kepada perjuangan bangsa dalam negara kesatuan Republik Indonesia menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis. Adil. Makmur dan sejahtera berdasarkan ajaran islam Ahlussunnah Waljama’ah.

Bahwa cita-cita perjuangan bangsa indonesia dan upaya -upaya pembangunan indonesia hanya bisa terwujud secara utuh dan berkelanjutan bila seluruh komponen bangsa  serta potensi yang ada, termasuk generasi muda yang mampu berperan aktif.

Menyadari bahwa dengan tuntunan ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah generasi muda Indonesia yang terhimpun dalam Gerakan Pemuda Ansor  akan senantiasa memperoleh semangat  kultural dan spiritual yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa yang luhur. Oleh karena itu dipandang perlu bagi kita untuk mempelajari, dan mengenal lebih jauh tentang Gerakan Pemuda Ansor.

 

NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

  1. Organisasi ini awalnya bernama Gerakan Pemuda Ansor disingkat GP Ansor sebagai kelanjutan dari Ansoru Nahdlatil Oelama (ANO), dalam AD/ART NU di ubah menjadi Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama yang selanjutnya disebut GP Ansor, didirikan pada 10 Muharram 1353 Hijriyah atau bertepatan dengan 24 April 1934 di Banyuwangi, Jawa Timur untuk waktu yang tidak terbatas.
  2. Pusat Organisasi Gerakan Pemuda Ansor berkedudukan di ibukota Negara Republik Indonesia.

 

AQIDAH

Gerakan Pemuda Ansor, beraqidah islam Ahlussunnah Waljama’ah dengan menempuh manhaj dalam bidang fiqih salah satu madzhab empat: Hanafi , Maliki, Syafi’i , atau hambali. Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Mturidi manhaj dalam bidang teologi. Al-Ghozali dan Junaidi Al-Baghdadi manhaj dalam bidang tasawwuf dan Al-Mawardi manhaj dalam bidang siyasah.

 

ASAS DAN TUJUAN

Gerakan Pemuda Ansor berasaskan  Ke-Tuhanan YME, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  1. Membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur,  berakhlaq mulia, sehat, trampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih.
  2. Menegakkan Ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Berperan aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan, berkemakmuran, berkemanusiaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridloi Allah SWT

 

KEANGGOTAAN

Setiap pemuda Indonesia yang berusia 20  s.d  45 tahun dan menyetujui Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Gerakan Pemuda Ansor, dapat diterima menjadi anggota Gerakan Pemuda Ansor.

Anggota Gerakan Pemuda Ansor terdiri dari :

  1. Anggota Biasa selanjutnya disebut anggota adalah pemuda warga negara Indonesia yang beragama Islam berusia antara 20 tahun hingga 45 tahun.
  2. Anggota Kehormatan adalah setiap orang yang dianggap telah berjasa kepada Organisasi dan disetujui penetapanya serta disahkan oleh Rapat Pengurus Harian Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.
  3. Mekanisme pengangkatan anggota kehormatan akan diatur dalam Peraturan Organisasi Ansor.

SYARAT-SYARAT KEANGGOTAAN

  1. Pemuda warga negara Indonesia.
  2. Beragama Islam.
  3. Berusia antara 20 tahun hingga 45 tahun
  4. Menyetujui Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga.
  5. Sanggup mentaati dan melaksanakan semua keputusan dan Peraturan Organisasi.

KEWAJIBAN KEANGGOTAAN

Anggota Gerakan Pemuda Ansor berkewajiban :

  1. Memiliki keterikatan secara formal maupun moral dan menjunjung tinggi nama baik, tujuan dan kehormatan Organisasi.
  2. Menunjukkan kesetiaan kepada Organisasi.
  3. Tunduk dan patuh terhadap Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, Peraturan dan keputusan Organisasi Gerakan Pemuda Ansor.
  4. Mengikuti secara aktif kegiatan-kegiatan Organisasi.
  5. Mendukung dan mensukseskan seluruh pelaksanaan program Organisasi.

 

HAK ANGGOTA

Anggota Gerakan Pemuda Ansor berhak :

  1. Memperoleh perlakuan yang sama dari Organisasi.
  2. Memperoleh pelayanan, pembelaan, pendidikan dan pelatihan serta bimbingan dari Organisasi.
  3. Menghadiri rapat anggota, mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, memberikan usul dan saran yang bersifat membangun.
  4. Memilih dan/atau dipilih menjadi pengurus atau memegang jabatan lain yang diamanatkan kepadanya.
  5. Mengadakan pembelaan terhadap keputusan Organisasi tentang dirinya.

 

TATA CARA PENERIMAAN ANGGOTA

  1. Penerimaan anggota dapat dilakukan di tingkat ranting, anak cabang, cabang dan Wilayah domisili calon anggota.
  2. Tatacara dan pengelolaan administrasi penerimaan anggota diatur dalam peraturan Organisasi.
  3. Pengusulan anggota kehormatan dilakukan atas usul rapat harian pimpinan cabang, rapat harian pimpinan Wilayah atau rapat harian pimpinan pusat. Setelah usulan memperoleh persetujuan pimpinan pusat kepadanya diberikan keputusan penetapan.

 

PERANGKAPAN KEANGGOTAAN

Anggota Gerakan Pemuda Ansor tidak diperkenankan merangkap menjadi anggota Organisasi yang mempunyai azas dan tujuan yang bertentangan dengan aqidah, azas dan/atau tujuan Gerakan Pemuda Ansor.

 

TINGKAT, SUSUNAN DAN MASA KHIDMAH TINGKATAN KEPENGURUSAN

Kepengurusan Gerakan Pemuda Ansor mempunyai tingkatan sebagai berikut:

  1. Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Tingkat pusat, selanjutnya disebut Pimpinan Pusat berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.
  2. Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Daerah tingkat Propinsi, selanjutnya disebut pimpinan Wilayah, berkedudukan di Ibukota Propinsi
  3. Pengurus Gerakan Pemuda Ansor tingkat Kabupaten/Kota selanjutnya disebut Pimpinan Cabang berkedudukan di Ibukota Kabupaten Kota.
  4. Pengurus Gerakan Pemuda Ansor tingkat Kecamatan, selanjutnya disebut Pimpinan Anak Cabang berkedudukan di Kecamatan.
  5. Pengurus Gerakan Pemuda Ansor ditingkat Desa/Kelurahan, Selanjutnya disebut pimpinan Ranting, berkedudukan di Desa/ Kelurahan.

 

PENGURUS PIMPINAN RANTING

  1. Pengurus Pimpinan Ranting adalah kader GP Ansor yang menerima amanat rapat anggota untuk memimpin dan memegang tanggung jawab organisasi di tingkat kelurahan/desa baik ke dalam maupun ke luar.
  2. Pimpinan Ranting dapat dibentuk di tiap kelurahan/desa atau atas persetujuan Pimpinan Cabang.
  3. Pengurus Pimpinan Ranting terdiri dari :
  4. Ketua
  5. Wakil Ketua dengan jumlah maksimal 3 (tiga) orang dengan pembidangan sesuai dengan kebutuhan
  6. Sekretaris
  7. Wakil Sekretaris dengan jumlah maksimal 3 (tiga) orang sesuai dengan jumlah wakil ketua
  8. Bendahara
  9. Satuan Koordinasi Kelompok Barisan Ansor Serba Guna (SATKORPOK BANSER)
  10. Anggota-anggota

 

BANSER

  1. Banser adalah kader inti Gerakan Pemuda Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program Gerakan Pemuda Ansor.
  2. Kader inti yang dimaksud dalam ayat (1) adalah anggota Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki kualifikasi; kedisiplinan dan dedikasi yang tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan religius serta mampu berperan sebagai Benteng Ulama yang dapat mewujudkan cita-cita Gerakan Pemuda Ansor di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk kemaslahatan umum.

 

Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab

1.Fungsi Banser adalah :

  1. Fungsi Kaderisasi, merupakan kader yang terlatih, tanggap, terampil dan berdaya guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor
  2. Fungsi Dinamisator, merupakan bagian organisasi yang berfungsi sebagai pelopor penggerak program-program Gerakan Pemuda Ansor
  3. Fungsi Stabilisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai pengaman program program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama
  4. Fungsi Katalisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai perekat hubungan silaturrohim dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota Banser, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama serta masyarakat
  5. Tugas Banser
  6. Merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita perjuangan Gerakan Pemuda Ansor serta menyelamatkan dan mengembangkan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai
  7. Melaksanakan program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan serta program pembangunan yang berbentuk rintisan dan partisipasi
  8. Menciptakan terselenggaranya keamanan dan ketertiban di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan lingkungan sekitarnya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait
  9. Menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silaturrohim sesama anggota Banser dan Gerakan Pemuda Ansor
  10. Tanggung Jawab Banser adalah :
  11. Menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan Gerakan Pemuda Ansor dan jamiyah Nahdlatul Ulama
  12. Berpartisipasi aktif melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Banser, Gerakan Pemuda Ansor, Jamiyah Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan Nahdlatul Ulama
  13. Bersama dengan kekuatan bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan NKRI

 

 

 

disampaikan oleh ahsan

pada Rapat Anggota PR GP Ansor Desa Guyangan Bangsri Jepara, 22 April 2017.

Tentang ahsan ahmad

Lahir di Jepara, 12 Juli 1971 Aktif di organisasi kemasyarakatan dan mengabdi di lembaga pendidikan
Pos ini dipublikasikan di Sosial, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s