Permendagri no. 113 tahun 2014

Permendagri no. 113 tahun 2014

Permen No.113 TH 2014 plus Lampiran

SALINAN
MENTERI DALAM NEGERI

REPUBLIK INDONESIA

 

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 113 TAHUN 2014

 

TENTANG

 

PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

 

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

 

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 106 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang–Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa;
Mengingat : 1.     Undang-Undang  Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

2.     Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539);

3.     Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558);

 

MEMUTUSKAN:

 

Menetapkan:     PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DESA.

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

 

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1.     Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.     Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.     Pemerintah Desa adalah kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
4.     Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.
5.     Keuangan Desa adalah  semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.
6.     Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa.
7.     Rencana Kerja Pemerintah Desa, selanjutnya disebut RKPDesa, adalah penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
8.     Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APBDesa, adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.
9.     Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
10.  Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus.
11.  Kelompok transfer adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten/Kota.
12.  Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa  adalah Kepala Desa atau sebutan nama lain yang karena jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan desa.
13.  Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa yang selanjutnya disingkat PTPKD adalah unsur perangkat desa yang membantu Kepala Desa untuk melaksanakan pengelolaan keuangan desa.
14.  Sekretaris Desa adalah bertindak selaku koordinator pelaksanaan pengelolaan keuangan desa.
15.  Kepala Seksi adalah unsur dari pelaksana teknis kegiatan dengan bidangnya.
16.  Bendahara adalah unsur staf sekretariat desa yang membidangi urusan administrasi keuangan untuk menatausahakan keuangan desa.
17.  Rekening Kas Desa adalah rekening tempat menyimpan uang Pemerintahan Desa yang menampung seluruh penerimaan Desa dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran Desa pada Bank yang ditetapkan.
18.  Penerimaan Desa adalah Uang yang berasal dari seluruh pendapatan desa yang masuk ke APBDesa melalui rekening kas desa.
19.  Pengeluaran Desa adalah Uang yang dikeluarkan dari APBDesa melalui rekening kas desa.
20.  Surplus Anggaran Desa adalah selisih lebih antara pendapatan desa dengan belanja desa.
21.  Defisit Anggaran Desa adalah selisih kurang antara pedapatan desa dengan belanja desa.
22.  Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang selanjutnya disingkat SILPA adalah selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran.
23.  Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.
 

 

BAB II

ASAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

 

Pasal 2

 

(1)   Keuangan desa dikelola berdasarkan asas-asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.

(2)   Pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikelola dalam masa 1 (satu) tahun anggaran yakni mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.
 

 

BAB III

KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

 

Pasal 3

 

(1)   Kepala Desa  adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan mewakili Pemerintah Desa dalam kepemilikan kekayaan milik desa yang dipisahkan.

 

(2)   Kepala Desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai kewenangan:

a.     menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBDesa;

b.    menetapkan PTPKD;

c.     menetapkan petugas yang melakukan pemungutan penerimaan desa;

d.    menyetujui pengeluaran atas kegiatan yang ditetapkan dalam APBDesa; dan

e.     melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban APBDesa.

(3)   Kepala Desa dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa, dibantu oleh PTPKD.
Pasal 4

 

(1)   PTPKDsebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) berasal dari unsur Perangkat Desa,terdiri dari:

a.    Sekretaris Desa;

b.   Kepala Seksi; dan

c.    Bendahara.

(2)   PTPKD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
 

Pasal 5

 

(1)   Sekretaris Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a bertindak selaku koordinator pelaksana teknis pengelolaan keuangan desa.

(2)   Sekretaris Desa selaku koordinator pelaksana teknis pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  mempunyai tugas:

a.    menyusun dan melaksanakan Kebijakan Pengelolaan APBDesa;

b.    menyusun Rancangan Peraturan Desa tentang  APBDesa, perubahan APBDesa dan pertanggung jawaban pelaksanaan APBDesa;

c.     melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBDesa;

d.    menyusun pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDesa; dan

e.     melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran  APBDesa.

 

Pasal 6

 

(1)   Kepala Seksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b bertindak sebagai pelaksana kegiatan sesuai dengan bidangnya.

(2)   Kepala Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas:

a.     menyusun rencana pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya;

b.    melaksanakan kegiatan dan/atau bersama Lembaga Kemasyarakatan Desa yang telah ditetapkan di dalam APBDesa;

c.     melakukan tindakan pengeluaran yang menyebabkan atas beban anggaran belanja kegiatan;

d.    mengendalikan pelaksanaan kegiatan;

e.     melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Desa; dan

f.      menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.

 

Pasal  7

 

(1)   Bendahara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c di jabat oleh staf pada Urusan Keuangan.

(2)   Bendahara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas: menerima,  menyimpan, menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan pengeluaran pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan APBDesa.
 

 

BAB IV

APBDesa

 

Pasal 8

 

(1)   APBDesa,terdiri atas:

a.    Pendapatan Desa;

b.   Belanja Desa; dan

c.    Pembiayaan Desa.

(2)   Pendapatan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diklasifikasikan menurut kelompok dan jenis.
(3)   Belanja Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diklasifikasikan menurut kelompok, kegiatan, dan jenis.
(4)   Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diklasifikasikan menurut kelompok dan jenis.
 

Bagian Kesatu

Pendapatan

 

Pasal 9

 

(1)   Pendapatan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1)huruf a, meliputi semua penerimaan uang melalui rekening desa yang merupakan hak desa dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh desa.

(2)   Pendapatan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1), terdiri atas kelompok:

a.    Pendapatan Asli Desa (PADesa);

b.   Transfer; dan

c.    Pendapatan Lain-Lain.

(3)   Kelompok PADesa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, terdiri atas jenis:

a.    Hasil usaha;

b.   Hasil aset;

c.    Swadaya, partisipasi dan Gotong royong; dan

d.   Lain-lain pendapatan asli desa.

(4)   Hasil usaha desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a antara lain hasil Bumdes, tanah kas desa.

(5)   Hasil aset sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b antara lain tambatan perahu, pasar desa, tempat pemandian umum, jaringan irigasi.

(6)   Swadaya, partisipasi dan gotong royong sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c adalah membangun dengan kekuatan sendiri yang melibatkan peran serta masyarakat  berupa tenaga, barang yang dinilai dengan uang.

 

(7)   Lain-lain pendapatan asli desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d antara lain hasil pungutan desa.

 

Pasal 10

 

(1)   Kelompok transfer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9  ayat (2) huruf b, terdiri atas jenis:

a.    Dana Desa;

b.   Bagian dari  Hasil Pajak  Daerah Kabupaten/Kota dan Retribusi Daerah;

c.    Alokasi Dana Desa (ADD);

d.   Bantuan Keuangan dari APBD Provinsi; dan

e.    Bantuan Keuangan APBD Kabupaten/Kota.

(2)   Bantuan Keuangan dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dan e dapat bersifat umum dan khusus.

(3)   Bantuan Keuangan bersifat khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola dalam APBDesa tetapi tidak diterapkan dalam ketentuan penggunaan paling sedikit 70% (tujuh puluh perseratus) dan paling banyak 30% (tiga puluh perseratus).

(4)   Kelompok pendapatan lain-lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, terdiri atas jenis:

a.    Hibah dan Sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat; dan

b.   Lain-lain pendapatan Desa yang sah.

 

Pasal 11

 

(1)   Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10  ayat (2) huruf a adalah pemberian berupa uang dari pihak ke tiga.

(2)   Lain-lain pendapatan Desa yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf b, antara lain pendapatan sebagai hasil kerjasama dengan pihak ketiga dan bantuan perusahaan yang berlokasi di desa.

 

Bagian Kedua

Belanja Desa

 

Pasal  12

 

(1)    Belanja desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) huruf b, meliputi semua pengeluaran dari rekening desa yang merupakan kewajiban desa dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh desa.

(2)    Belanja desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipergunakan dalam rangka mendanai penyelenggaraan kewenangan Desa.
 

Pasal 13

 

(1)    Klasifikasi Belanja Desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (1) huruf b, terdiri atas  kelompok:

a.    Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;

b.   Pelaksanaan Pembangunan Desa;

c.    Pembinaan Kemasyarakatan Desa;

d.   Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan

e.    Belanja Tak Terduga.

(2)   Kelompok belanja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi dalam kegiatan sesuai dengan kebutuhan Desa yang telah dituangkan dalam RKPDesa.
(3)   Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas jenis belanja :

a.    Pegawai;

b.   Barang dan Jasa; dan

c.    Modal.

 

Pasal  14

 

(1)   Jenis belanja pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3) huruf a, dianggarkan untuk pengeluaran penghasilan tetap dan tunjangan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa serta tunjangan BPD.

(2)   Belanja Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggarkan dalam kelompok Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, kegiatan pembayaran penghasilan tetap dan tunjangan.

(3)   Belanja pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pelaksanaannya dibayarkan setiap bulan.

Pasal 15

(1)   Belanja Barang dan Jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3) huruf b digunakan untuk pengeluaran pembelian/pengadaan barang yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (dua belas) bulan.

(2)   Belanja barang/jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain:

a.    alat tulis kantor;

b.   benda pos;

c.    bahan/material;

d.   pemeliharaan;

e.    cetak/penggandaan;

f.     sewa kantor desa;

g.    sewa perlengkapan dan peralatan kantor;

h.   makanan dan minuman rapat;

i.     pakaian dinas dan atributnya;

j.     perjalanan dinas;

k.   upah kerja;

l.     honorarium narasumber/ahli;

m.  operasional Pemerintah Desa;

n.   operasional BPD;

o.    insentif Rukun Tetangga /Rukun Warga; dan

p.   pemberian barang pada masyarakat/kelompok masyarakat.

(3)   Insentif Rukun Tetangga /Rukun Warga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf o adalah bantuan uang untuk operasional lembaga RT/RW dalam rangka membantu pelaksanaan tugas pelayanan  pemerintahan, perencanaan pembangunan, ketentraman dan ketertiban, serta pemberdayaan masyarakat desa.

(4)   Pemberian barang pada masyarakat/kelompok masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf p dilakukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan.

 

 

Pasal 16

 

(1)   Belanja Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3) huruf c,  digunakan untuk pengeluaran dalam rangka pembelian/pengadaan barang atau bangunan yang nilai manfaatnya  lebih dari 12 (dua belas) bulan.

(2)   Pembelian /pengadaan barang atau bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk kegiatan penyelenggaraan kewenangan desa.

 

Pasal 17

 

(1)   Dalam keadaan darurat  dan/atau Keadaan Luar Biasa (KLB),  pemerintah Desa dapat melakukan belanja yang belum tersedia anggarannya.

(2)   Keadaan darurat dan/atau KLB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan  keadaan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang dan/atau mendesak.

(3)   Keadaan darurat sebagaimana dimaksud ayat (1) yaitu antara lain dikarenakan bencana alam, sosial, kerusakan sarana dan prasarana.

(4)   Keadaan luar biasa sebagaimana dimaksud ayat (1) karena KLB/wabah.

(5)   Keadaan darurat dan luar biasa sebagaimana ayat (3) ditetapkan dengan Keputusan Bupati/walikota.

(6)   Kegiatan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (2)  dianggarkan dalam belanja tidak terduga.

 

Pasal  18

 

(1)   Pembiayaan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal  8  ayat (1) huruf c meliputi semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

(2)    Pembiayaan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas kelompok:

a. Penerimaan Pembiayaan; dan

b. Pengeluaran Pembiayaan.

(3)   Penerimaan Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, mencakup:

a.    Sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya;

b.   Pencairan Dana Cadangan; dan

c.    Hasil  penjualan kekayaan desa yang dipisahkan.

(4)   SiLPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a antara lain pelampauan penerimaan pendapatan terhadap belanja, penghematan belanja, dan sisa dana kegiatan lanjutan.

(5)   SilPA sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk:

a.     menutupi defisit anggaran apabila realisasi pendapatan lebih kecil dari pada realisasi belanja;

b.    mendanai pelaksanaan kegiatan lanjutan; dan

c.     mendanai kewajiban lainnya yang sampai dengan akhir tahun anggaran belum diselesaikan.

 

(6)   Pencairan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b digunakan untuk menganggarkan pencairan dana cadangan dari rekening dana cadangan ke rekening kas Desa dalam tahun anggaran berkenaan.
(7)   Hasil penjualan kekayaan desa yang dipisahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c digunakan untuk menganggarkan hasil penjualan kekayaan desa yang dipisahkan.
 

Pasal 19

 

(1)   Pengeluaran Pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) huruf b, terdiri dari :

a.    Pembentukan Dana Cadangan; dan

b.   Penyertaan Modal Desa.

(2)   Pemerintah Desa dapat membentuk dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk mendanai kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat sekaligus/sepenuhnya dibebankan dalam satu tahun anggaran.
(3)   Pembentukan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan peraturan desa.
(4)   Peraturan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling sedikit memuat:

a.    penetapan tujuan pembentukan dana cadangan;

b.   program dan kegiatan yang akan dibiayai dari dana cadangan;

c.    besaran dan rincian tahunan dana cadangan yang harus dianggarkan;

d.   sumber dana cadangan; dan

e.    tahun anggaran pelaksanaan dana cadangan.

(5)   Pembentukan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat bersumber dari penyisihan atas penerimaan Desa, kecuali dari penerimaan yang penggunaannya telah ditentukan secara khusus berdasarkan peraturan perundang-undangan.
(6)   Pembentukan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)     huruf a  ditempatkan pada rekening tersendiri.
(7)   Penganggaran dana cadangan tidak  melebihi  tahun akhir masa jabatan Kepala Desa.
BAB V

PENGELOLAAN

 

Bagian Kesatu

Perencanaan

 

Pasal 20

 

(1)   Sekretaris Desa menyusun Rancangan Peraturan Desa tentang  APBDesa berdasarkan RKPDesa tahun berkenaan.

(2)   Sekretaris Desa menyampaikan rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa kepada Kepala Desa.

 

(3)   Rancangan peraturan Desa tentang APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan oleh Kepala Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa untuk dibahas dan disepakati bersama.
(4)   Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa disepakati bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling lambat bulan Oktober  tahun berjalan.
 

Pasal 21

 

(1)   Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa yang telah disepakati bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (3) disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/Walikota melalui camat atau sebutan lain paling lambat  3 (tiga) hari sejak disepakati untuk dievaluasi.

(2)   Bupati/Walikota menetapkan hasil evaluasi Rancangan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 20 (dua puluh) hari kerja sejak diterimanya Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa.
(3)   Dalam hal Bupati/Walikota tidak memberikan hasil evaluasi dalam batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Peraturan Desa tersebut berlaku dengan sendirinya.
(4)   Dalam hal Bupati/Walikota menyatakan hasil evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa tidak sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, Kepala Desa melakukan penyempurnaan paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi.
 

Pasal 22

 

(1)   Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (4) dan Kepala Desa tetap menetapkan Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa menjadi Peraturan Desa,  Bupati/Walikota membatalkan Peraturan Desa dengan Keputusan Bupati/Walikota.

(2)   Pembatalan Peraturan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekaligus menyatakan berlakunya pagu APBDesa tahun anggaran sebelumnya.
(3)   Dalam hal Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kepala Desa hanya dapat melakukan pengeluaran terhadap operasional penyelenggaraan Pemerintah Desa.
(4)   Kepala Desa memberhentikan pelaksanaan Peraturan Desa Paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan selanjutnya Kepala Desa bersama BPD mencabut peraturan desa dimaksud.
 

Pasal 23

 

(1)   Bupati/walikota dapat mendelegasikan evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa kepada camat atau sebutan lain.

(2)   Camat menetapkan hasil evaluasi Rancangan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 20 (dua puluh) hari kerja sejak diterimanya Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa.

(3)   Dalam hal Camat tidak memberikan hasil evaluasi dalam batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Peraturan Desa tersebut berlaku dengan sendirinya.

(4)   Dalam hal Camat menyatakan hasil evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa tidak sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, Kepala Desa melakukan penyempurnaan paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi.

(5)   Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh Kepala Desa sebagaimana dimaksud ayat (4) dan Kepala Desa tetap menetapkan Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa menjadi Peraturan Desa, Camat menyampaikan usulan pembatalan Peraturan Desa kepada Bupati/Walikota.

(6)   Ketentuan lebih lanjut mengenai pendelegasian evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa kepada Camat diatur dalam Peraturan Bupati/Walikota.

 

Bagian Kedua

Pelaksanaan

 

Pasal 24

 

(1)   Semua penerimaan dan pengeluaran desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa dilaksanakan melalui rekening kas desa.

(2)   Khusus bagi desa yang belum memiliki pelayanan perbankan di wilayahnya maka pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
(3)   Semua penerimaan dan pengeluaran desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah.
 

Pasal 25

 

(1)   Pemerintah desa dilarang melakukan pungutan sebagai penerimaan desa selain yang ditetapkan dalam peraturan desa.

(2)   Bendahara dapat menyimpan uang dalam Kas Desa pada jumlah tertentu dalam rangka  memenuhi kebutuhan operasional pemerintah desa.
(3)   Pengaturan jumlah uang  dalam kas desa sebagaimana dimaksud  pada ayat (2) ditetapkan dalam Peraturan Bupati/Walikota.
 

Pasal 26

 

(1)   Pengeluaran desa yang mengakibatkan beban APBDesa tidak dapat dilakukan sebelum rancangan peraturan desa tentang APBDesa ditetapkan menjadi peraturan desa.

(2)   Pengeluaran desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak termasuk untuk belanja pegawai yang bersifat mengikat dan operasional perkantoran yang ditetapkan dalam peraturan kepala desa.

(3)   Penggunaan biaya tak terduga terlebih dulu harus dibuat Rincian Anggaran Biaya yang telah disahkan oleh Kepala Desa.

 

Pasal 27

 

(1)   Pelaksana Kegiatan mengajukan pendanaan untuk melaksanakan kegiatan harus disertai dengan dokumen antara lain Rencana Anggaran Biaya.

(2)   Rencana Anggaran Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di verifikasi oleh Sekretaris Desa dan di sahkan oleh Kepala Desa.
(3)   Pelaksana Kegiatan bertanggungjawab terhadap tindakan pengeluaran yang menyebabkan atas beban anggaran belanja kegiatan dengan mempergunakan buku pembantu kas kegiatan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan didesa.
Pasal 28

 

(1)   Berdasarkan rencana anggaran biaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) pelaksana kegiatan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Kepala Desa.

(2)   Surat Permintaan Pembayaran (SPP) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh dilakukan sebelum barang dan atau jasa diterima.

 

Pasal 29

 

Pengajuan SPP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) terdiri atas:

a.    Surat Permintaan Pembayaran (SPP);

b.   Pernyataan tanggungjawab belanja; dan

c.    Lampiran bukti transaksi

 

Pasal 30

 

(1)   Dalam pengajuan pelaksanaan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29,  Sekretaris Desa berkewajiban untuk:

a.     meneliti kelengkapan permintaan pembayaran di ajukan oleh pelaksana kegiatan;

b.    menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBdes yang tercantum dalam permintaan pembayaran;

c.     menguji ketersedian dana untuk kegiatan dimaksud; dan

d.    menolak pengajuan permintaan pembayaran oleh pelaksana kegiatan apabila tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

(2)   Berdasarkan SPP yang telah di verifikasi Sekretaris Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Desa menyetujui permintaan pembayaran dan bendahara melakukan pembayaran.

(3)   Pembayaran yang telah dilakukan  sebagaimana pada ayat (2) selanjutnya bendahara melakukan pencatatan pengeluaran.

 

Pasal  31

 

Bendahara desa sebagai wajib pungut pajak penghasilan (PPh) dan pajak lainnya, wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening kas negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal  32

 

Pengadaan barang dan/atau jasa di Desa diatur dengan peraturan bupati/walikota dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

 

Pasal 33

 

(1)   Perubahan Peraturan Desa tentang dapat dilakukan apabila terjadi:

a.    keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran antar jenis belanja;

b.   keadaan yang menyebabkan sisa lebih perhitungan anggaran (SilPA) tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan;

c.    terjadi penambahan dan/atau pengurangan dalam pendapatan desa pada tahun berjalan; dan/atau

d.   terjadi peristiwa khusus,  seperti  bencana alam, krisis politik, krisis ekonomi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan;

e.    perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

(2)   Perubahan APBDesa hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun anggaran.
(3)   Tata cara pengajuan perubahan APBDesa adalah sama dengan tata cara penetapan APBDesa.
 

Pasal 34

 

(1)   Dalam hal Bantuan keuangan dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota serta hibah dan bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat ke desa disalurkan setelah ditetapkannya  Peraturan Desa tentang Perubahan APB Desa, perubahan diatur dengan Peraturan Kepala Desa tentang perubahan APBDesa.

(2)   Perubahan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diinformasikan kepada BPD.

 

Bagian Ketiga

Penatausahaan

 

Pasal 35

 

(1)   Penatausahaan  dilakukan oleh Bendahara Desa.

(2)    Bendahara Desa wajib melakukan pencatatan setiap penerimaan dan pengeluaran  serta  melakukan tutup buku setiap akhir bulan secara tertib.
(3)   Bendahara Desa wajib mempertanggungjawabkan uang melalui laporan pertanggungjawaban.
(4)    Laporan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan setiap bulan kepada Kepala Desa dan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
Pasal 36

 

Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (2), menggunakan:

a.  buku kas umum;

b.  buku Kas Pembantu Pajak; dan

c.  buku Bank.

 

Bagian Keempat

Pelaporan

 

Pasal 37

 

(1)   Kepala Desa menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan APBDesa kepada Bupati/Walikota berupa:

a.    laporan  semester pertama; dan

b.   laporan semester akhir tahun.

(2)   Laporan semester pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berupa laporan realisasi APBDesa.
(3)   Laporan realisasi  pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a disampaikan paling lambat pada akhir bulan Juli tahun berjalan.
(4)   Laporan semester akhir tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b disampaikan paling lambat pada akhir bulan Januari tahun berikutnya.
 

Bagian Kelima

Pertanggungjawaban

 

Pasal 38

 

(1)   Kepala Desa  menyampaikan laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa kepada Bupati/Walikota setiap akhir tahun anggaran.

(2)   Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari  pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
(3)   Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Desa.
(4)   Peraturan Desa tentang laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilampiri:

a.  format Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan APBDesa Tahun Anggaran berkenaan;

b. format Laporan Kekayaan  Milik Desa per 31 Desember Tahun Anggaran berkenaan; dan

c.  format Laporan Program Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang masuk ke desa.

Pasal  39

 

Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud dalam pasal 38  ayat (1)  merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

 

Pasal 40

 

(1)   Laporan realisasi dan laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dan  38 diinformasikan  kepada masyarakat secara tertulis dan dengan media informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

(2)   Media informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain papan pengumuman, radio komunitas, dan media informasi lainnya.
 

Pasal 41

 

(1)   Laporan  realisasi dan laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (1) disampaikan  kepada Bupati/Walikota melalui camat atau sebutan lain.

(2)   Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (2), disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan setelah akhir tahun anggaran berkenaan.
 

Pasal 42

 

Format Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa, Buku Pembantu Kas Kegiatan,  Rencana Anggaran Biaya dan Surat Permintaan Pembayaran serta  Pernyataan Tanggungjawab Belanja,  Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDesa pada semester pertama dan semester akhir tahun serta Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan APBDesa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Pasal 27 ayat (1) dan (3), Pasal 29 huruf a dan huruf b, Pasal 37 dan Pasal 38 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri.

 

Pasal 43

 

Ketentuan lebih lanjut mengenai Pengelolaan Keuangan Desa diatur dalam Peraturan Bupati/Walikota.

 

BAB VI

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

 

Pasal 44

 

(1)   Pemerintah Provinsi wajib membina dan mengawasi pemberian dan penyaluran Dana Desa, Alokasi Dana Desa, dan Bagi hasil Pajak dan Retribusi  Daerah dari Kabupaten/Kota kepada Desa.

(2)   Pemerintah Kabupaten/Kota wajib membina dan mengawasi pelaksanaan pengelolaan keuangan desa.
Pasal 45

 

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 46

 

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia

 

 

Ditetapkan di  Jakarta

pada tanggal 31 Desember 2014

MENTERI DALAM NEGERI

REPUBLIK  INDONESIA,

 

ttd

 

TJAHJO KUMOLO

 

 

Diund

Diundangkan di Jakarta  
pada tanggal 31 Desember 2014.  
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
     REPUBLIK INDONESIA,
 
                           Ttd
 
     YASONNA H. LAOLY
 

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 2093.

 

Salinan sesuai dengan aslinya

KEPALA BIRO HUKUM,

 

 

W. SIGIT PUDJIANTO

NIP. 19590203 198903 1 001.

 

 

ta

pada tanggal

 

MENTERI

ttd

 

DDDDDDDDDDDDD

 

 

 

Lampiran Hasil Pembahasan Senin 29 Sept 2014

Lt. I Ruang. Sekditjen PMD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 113 TAHUN 2014
TENTANG  
PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

 

 

FORMAT RANCANGAN PERATURAN DESA TENTANG APBDESA, RENCANA ANGGARAN BIAYA, BUKU KAS PEMBANTUAN KEGIATAN DAN SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN SERTA  PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB BELANJA,  PENATAUSAHAAN, LAPORAN REALISASI PELAKSANAAN APBDESA SEMESTER, SERTA LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN REALISASI PELAKSANAAN APBDESA

 

 

  1. RANCANGAN PERATURAN DESA TENTANG APBDesa

 

 

LAMBANG PEMDES PEMERINTAH DESA  ………………….

KECAMATAN  …………………….

KABUPATEN  ………………..

 

RANCANGAN PERATURAN DESA ………………….

NOMOR  …………  TAHUN……….

T E N T A N G

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA

TAHUN ANGGARAN ………………

 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

 

KEPALA DESA …………………..

 

 

Menimbang          : a.    Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal …. Peraturan Daerah Kabupaten  …….. Nomor … Tahun …… tentang ………………., Kepala Desa  menetapkan rancangan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa);

  1. Bahwa Rancangan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) sebagaimana dimaksud pada huruf a, telah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa;
  2. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b  perlu menetapkan Rancangan Peraturan Desa  …………….. tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)  menjadi  Peraturan Desa  ………….. tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Tahun Anggaran ……..

 

 

Mengingat           : 1.    Undang-Undang Nomor 6  Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara tahun Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495)

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 213, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558);
  3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor ………….. Tahun …….. tentang  Pengelolaan Keuangan Desa;
  4. Peraturan Daerah Kabupaten ………. Nomor ………….. Tahun …….. tentang …………. (Lembaran daerah Kabupaten ……………… Tahun ………… Nomor ….. );
  5. ..

Dengan Kesepakatan  Bersama

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA ……………….

 

MEMUTUSKAN

 

Menetapkan                     :     RANCANGAN PERATURAN DESA ……………. TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA TAHUN ANGGARAN ………………..

 

Pasal 1

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran …… dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pendapatan Desa                         Rp…………………..
  2. Belanja Desa
  3. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa Rp………………………..
  4. Bidang Pembangunan Rp………………………..
  5. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Rp………………………..
  6. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp………………………..
  7. Bidang Tak Terduga Rp………………………..

Jumlah Belanja                                           Rp………………………..

Surplus/Defisit                                                       Rp…………………….

= = = = = = = = = ===

  1. Pembiayaan Desa
  2. Penerimaan Pembiayaan             Rp. ………………………
  3. Pengeluaran Pembiayaan Rp. ………………………

Selisih Pembiayaan ( a – b )                                     Rp…………………………

= = = = = = = = = ======

 

Pasal 2

 

Uraian lebih lanjut mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sebagaimana dimaksud Pasal 1, tercantum dalam lampiran Peraturan Desa ini berupa Rincian Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Pasal 3

Lampiran-lampiran sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Desa ini.

Pasal 4

Kepala Desa  menetapkan Peraturan Kepala Desa dan/atau Keputusan Kepala Desa guna pelaksanaan Peraturan Desa ini.

Pasal 5

Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini  dalam Lembaran Desa dan Berita Desa oleh Sekretaris Desa.

 

 

Telah di Evaluasi  Bupati/walikota

a.n. Camat …….

ttd

(………………………………………..)

Ditetapkan di  ………………..

Pada tanggal  …………………

 

KEPALA DESA ……………….

 

 

 

 

…………………………………..

 

 

Lampiran Peraturan Desa

Nomor      :

Tahun      :

Tentang    :  Anggaran Pendapatan dan   Belanja Desa.

 

FORMAT

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA

PEMERINTAH DESA…………..

TAHUN ANGGARAN………….

 

KODE  REKENING  

URAIAN

 

ANGGARAN

(Rp.)

 

KETERANGAN

1 2 3 4
1       PENDAPATAN    
1 1     Pendapatan Asli Desa    
1 1 1   Hasil Usaha    
1 1 2   Swadaya,  Partisipasi dan Gotong  Royong    
1 1 3   Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah    
             
1 2     Pendapatan Transfer    
1 2 1   Dana Desa    
1 2 2   Bagian dari hasil pajak &retribusi daerah kabupaten/ kota    
1 2 3   Alokasi Dana Desa    
1 2 4   Bantuan Keuangan    
1 2 4 1 Bantuan Provinsi    
1 2 4 2 Bantuan Kabupaten / Kota    
             
1 3     Pendapatan Lain lain    
1 3 1   Hibah dan Sumbangan dari pihak ke-3 yang tidak mengikat    
1 3 2   Lain-lain Pendapatan Desa yang sah    
             
        JUMLAH PENDAPATAN    
             
2       BELANJA    
2 1     Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa    
2 1 1   Penghasilan Tetap dan Tunjangan    
2 1 1 1 Belanja Pegawai:    
        –   Penghasilan Tetap Kepala Desa  dan Perangkat    
        –   Tunjangan Kepala Desa dan Perangkat    
        –    Tunjangan BPD    
2 1 2   Operasional Perkantoran    
2 1 2 2 Belanja Barang dan Jasa    
        –  Alat Tulis Kantor    
        –   Benda POS    
        –  Pakaian Dinas dfan Atribut    
        –   Pakaian Dinas    
        –   Alat dan Bahan Kebersihan    
        –   Perjalanan Dinas    
        –   Pemeliharaan    
        –   Air, Listrik,dasn Telepon    
        –   Honor    
        –   dst…………………..    
2 1 2 3 Belanja Modal    
        –   Komputer    
        –   Meja dan Kursi    
        –   Mesin TIK    
        –   dst……………………..    
             
2 1 3   Operasional BPD    
2 1 3 2 Belanja Barang dan Jasa    
        –   ATK    
        –   Penggandaan    
        –   Konsumsi Rapat    
        –   dst ………………………….    
2 1 4   Operasional RT/ RW    
2 1 4 2 Belanja Barang dan Jasa    
        –   ATK    
        –   Penggandaan    
        –   Konsumsi Rapat    
        –   dst ………………………….    
             
2 2     Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa    
2 2 1   Perbaikan Saluran Irigasi    
2 2 1 2 Belanja Barang dan jasa    
        –   Upah Kerja    
        –   Honor    
        –   dst………………..    
2 2 1 3 Belanja Modal    
        –   Semen    
        –   Material    
        –   dst…………    
             
2 2 2   Pengaspalan  jalan  desa    
2 2 2 2 Belanja Barang dan Jasa :    
        –  Upah Kerja    
        –  Honor    
        –  dst…………………………………..    
2 2 2 3 Belanja  Modal:    
        –  Aspal    
        –  Pasir    
        –  dst ……………    
             
2 2 3   Kegiatan……………………………    
             
2 3     Bidang Pembinaan Kemasyarakatan    
2 3 1   Kegiatan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban    
2 3 1 2 Belanja Barang dan Jasa:    
        –  Honor Pelatih    
        –  Konsumsi    
        –  Bahan Pelatihan    
        –  dst…………………    
             
2 3 2   Kegiatan…………………….    
             
2 4     Bidang Pemberdayaan Masyarakat    
2 4 1   Kegiatan Pelatihan Kepala Desa dan Perangkat    
2 4 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:    
        –  Honor pelatih    
        –  Konsumsi    
        –  Bahan pelatihan    
        –  dst…………………    
             
2 4 2   Kegiatan………………………..    
             
2 5     Bidang Tak Terduga    
2 5 1   Kegiatan Kejadian Luar Biasa    
2 5 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:    
        –  Honor tim    
        –  Konsumsi    
        –  Obat-obatan

–  dst……………………

   
             
2 5 2   Kegiatan………………………    
             
        JUMLAH  BELANJA    
             
        SURPLUS / DEFISIT    
             
3       PEMBIAYAAN    
3 1     Penerimaan Pembiayaan    
3 1 1   SILPA    
3 1 2   Pencairan Dana Cadangan    
3 1 3   Hasil Kekayaan Desa Yang dipisahkan    
        JUMLAH  ( RP )    
             
3 2     Pengeluaran   Pembiayaan    
3 2 1   Pembentukan Dana Cadangan    
3 2 2   Penyertaan Modal Desa    
        JUMLAH ( RP )    
             

 

DISETUJUI OLEH

KEPALA DESA ………………………

 

TTD

(……………………………….)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. format Rencana Anggaran Biaya (RAB)

 

RENCANA  ANGGARAN BIAYA

 

DESA …………………… KECAMATAN …………………………….

TAHUN ANGGARAN …………….

 

  1. Bidang : …………………………
  2. Kegiatan : …………………………
  3. Waktu Pelaksanaan :

 

Rincian Pendanaan         :

 

NO. URAIAN VOLUME HARGA SATUAN

(Rp.)

JUMLAH

(Rp.)

1 2 3 4 5
         
         
         
JUMLAH (Rp.)    

 

 

 

Disetujui/mengesahkan

Kepala  Desa

 

……………………………………

…………….., tanggal ………………….

 

Pelaksana Kegiatan

 

 

…………………………………….

 

Cara  pengisian :

  1. Bidang diisi dengan kode rekening berdasarkan klasifikasi kelompok belanja desa.
  2. Kegiatan diisi dengan kode rekening sesuai  dengan urutan kegiatan  dalam APBDesa.
  3. kolom 1 diisi dengan nomor urut
  4. kolom 2 diisi dengan uraian berupa rincian kebutuhan dalam kegiatan.
  5. kolom 3 diisi dengan volume dapat berupa jumlah orang/barang.
  6. kolom 4 diisi dengan harga satuan yang merupakan besaran untuk membayar orang/barang
  7. kolom 5 diisi dengan jumlah perkalian antara kolom 3 dengan kolom 4.

 


  1. FORMAT BUKU KAS PEMBANTU KEGIATAN

BUKU KAS PEMBANTU KEGIATAN

DESA………………..  KECAMATAN…………………..

TAHUN ANGGARAN…………………………………….

  1. Bidang :
  2. Kegiatan :
No. Tanggal Uraian Penerimaan (Rp.) Nomor Bukti Pengeluaran(Rp.) Jumlah Pengembalian ke Bendahara Saldo Kas (Rp.)
Dari Bendahara Swadaya Masyarakat Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
    Pindahan Jumlah dari halaman sebelumnya              
    Jumlah              
    Total Penerimaan       Total Pengeluaran  
            Total Pengeluaran + Saldo Kas  
  Desa………………..

…….,Tanggal……

 

Pelaksana Kegiatan

 

Cara pengisian:

  1. Bidang diisi berdasarkan klasifikasi kelompok.
  2. Kegiatan diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBDesa.
  3. Kolom 1 diisi dengan nomor urut.
  4. Kolom 2 diisi dengan tanggal transaksi.
  5. Kolom 3 diisi dengan uraian transaksi.
  6. Kolom 4 diisi dengan jumlah rupiah yang diterima bendahara.
  7. Kolom 5 diisi dengan jumlah rupiah yang diterima dari masyarakat.
  8. Kolom 6 diisi dengan nomor bukti transaksi.
  9. Kolom 7 diisi dengan jenis pengeluaran belanja barang dan jasa.
  10. Kolom 8 diisi dengan jenis pengeluaran belanja modal.
  11. Kolom 9 diisi dengan jumlah rupiah yang dikembalikan kepada bendahara.
  12. Kolom 10 diisi dengan jumlah saldo kas dalam rupiah.

 

 

  1. Format Surat Permintaan Pembayaran (SPP)

 

 

SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN  ( SPP )

 

DESA …………………… KECAMATAN …………………………….

TAHUN ANGGARAN …………….

 

  1. Bidang : …………………………
  2. Kegiatan : …………………………
  3. Waktu Pelaksanaan :

 

Rincian Pendanaan        :

 

NO. URAIAN PAGU ANGGARAN PENCAIRAN S.D. YG LALU PERMINTAAN SEKARANG JUMLAH SAMPAI SAAT INI SISA DANA
    (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
             
             
             
  JUMLAH          

 

 

 

Telah dilakukan verifikasi

Sekretaris   Desa

 

 

……………………………………

…………….., tanggal ………………….

 

Pelaksana Kegiatan

 

 

 

…………………………………….

 

 

Setujui untuk dibayarkan

Kepala  Desa

 

 

……………………………………

 

Telah dibayar lunas

Bendahara

 

 

…………………………………….

 

Petunjuk pengisian:

  1. Bidang diisi dengan kode rekening berdasarkan klasifikasi kelompok belanja desa.
  2. Kegiatan diisi dengan kode rekening sesuai  dengan urutan kegiatan  dalam APBDesa.
  3. Kolom 1 dengan nomor urut.
  4. Kolom 2 diisi dengan rincian penggunaan dana sesuai rencana kegiatan.
  5. Kolom 3 diisi dengan rincian pagu dana sesuai dengan rencana kegiatan.
  6. Kolom 4 diisi dengan rincian jumlah anggaran yang telah dibayar sebelumnya.
  7. Kolom 5 diisi dengan rincian yang dimintakan untuk dibayar.
  8. Kolom 6 diisi dengan jumlah permintaan dana sampai saat ini.
  9. Kolom 7 disi dengan sisa anggaran.

 

 

  1. Format Pernyataan Tanggungjawab Belanja

 

 

PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB BELANJA

DESA …………………… KECAMATAN …………………………….

TAHUN ANGGARAN …………….

 

  1. Bidang : …………………………
  2. Kegiatan : …………………………

 

NO. PENERIMA URAIAN JUMLAH

(Rp.)

1 2 3 4
       
       
JUMLAH (Rp.)  

 

Bukti-bukti pengeluaran atau belanja tersebut diatas sebagai terlampir, untuk kelengkapan administrasi dan pemerikasaan sesuai peraturan perundang-undangan.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
……………………….,tanggal …………………………….
Pelaksana Kegiatan
………………………………………………….
Cara pengisian:
1.    Bidang diisi dengan kode rekening berdasarkan  klasifikasi kelompok belanja desa.

2.    Kegiatan diisi dengan kode rekening  sesuai  dengan urutan kegiatan  dalam APBDesa

3.    Kolom 1 diisi dengan nomor urut

4.    Kolom 2 diisi dengan penerima pembayaran yang ada di bukti belanja

5.    Kolom 3 diisi dengan uraian keperluan belanja

6.    kolom 4 diisi dengan jumlah belanja

7.    baris jumlah diisi jumlah keseluruhan

 

  1. Format Penatausahaan
  2. Buku Kas Umum

BUKU KAS UMUM

DESA …………………… KECAMATAN …………………………….

TAHUN ANGGARAN …………………..

 

No. Tgl. KODE REKENING URAIAN  

PENERIMAAN

(Rp.)

 

PENGELUARAN

(Rp.)

NO BUKTI JUMLAH PENGELUARAN KOMULATIF SALDO

 

1 2 3 4 5 6 7 8 9
                           
                           
                           
                           
                           
    JUMLAH   Rp. Rp.      

 

……………., tanggal …………………

 

MENGETAHUI                                    BENDAHARA DESA,

KEPALA DESA,

 

…………………………………..                          ………………………….

Cara Pengisian :

Kolom 1diisi dengan nomor urut penerima kas atau pengeluaran kas

Kolom 2 diisi dengan tanggal penerimaan kas atau pengeluaran kas

Kolom 3 diisi dengan kode rekening penerimaan kas atau pengeluaran kas

Kolom 4 diisi dengan uraian transaksi penerimaan kas atau pengeluaran kas

Kolom 5 diisi dengan jumlah rupiah penerimaan kas

Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah pengeluaran kas

Kolom 7 diisi dengan nomor bukti transaksi

Kolom 8 diisi dengan penjumlahan komulatif pengeluaran kas

Kolom 9 diisi dengan saldo kas.

Catatan :

sebelum ditandatangani  Kepala Desa wajib  di periksa dan di paraf  oleh Sekretaris Desa.

  1. Buku Kas Pembantu Pajak

 

BUKU KAS PEMBANTU PAJAK

DESA …………………… KECAMATAN …………………………….

TAHUN ANGGARAN ……..

 

No. TANGGAL URAIAN PEMOTONGAN

(Rp.)

PENYETORAN

(Rp.)

SALDO

(Rp.)

1 2 3 4   5
           
           
           
           
           
JUMLAH      

 

……………., tanggal …………………

 

MENGETAHUI                                                                                                                           BENDAHARA DESA,

KEPALA DESA,

 

 

……………………                                                                                                                        ………………………….

 

Cara Pengisian :

Kolom 1diisi dengan nomor urut penerimaan atau pengeluaran kas pengeluaran

Kolom 2 diisi dengan tanggal penerimaan atau pengeluaran kas pengeluaran

Kolom 3 diisi dengan uraian penerimaan kas atau pengeluaran kas

Kolom 4 diisi dengan jumlah rupiah penerimaan kas.

Kolom 5 diisi dengan jumlah rupiah pengeluaran kas.

Kolom 6 diisi dengan saldo buku kas bendahara.

  1. Buku Bank Desa

 

BUKU BANK DESA

DESA …………………… KECAMATAN …………………………….

TAHUN ANGGARAN ………

BULAN                  :

BANK CABANG      :

REK. NO.               :

No. TANGGAL TRANSAKSI URAIAN TRANSAKSI BUKTI TRANSAKSI PEMASUKAN PENGELUARAN SALDO
SETORAN

(Rp.)

BUNGA BANK

(Rp.)

PENARIKAN

(Rp.)

PAJAK

(Rp.)

BIAYA ADMINISTRASI (Rp.)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
                   
                   
                   
                   
TOTAL TRANSAKSI BULAN INI            
TOTAL TRANSAKSI KUMULATIF            

…………., tanggal …………………

MENGETAHUI                                                                                              BENDAHARA DESA,

KEPALA DESA,

 

…………………………………..                                                                                    ………………………….

Cara Pengisian :

Kolom 1diisi dengan nomor urut pemasukan dan pengeluarandengan Bank.

Kolom 2 diisi dengan tanggal transaksi Bank.

Kolom 3 diisi dengan uraian transaksipemasukan dan pengeluaran.

Kolom 4 diisi dengan bukti transaksi.

Kolom 5 diisi dengan pemasukan jumlah setoran.

Kolom 6 diisi dengan pemasukan jumlah bunga bank..

Kolom 7 diisi dengan pengeluaran jumlah penarikan.

Kolom 8 diisi dengan pengeluaran jumlah pajak.

Kolom 9 diisi dengan pengeluaran biaya administrasi.

Kolom 10 diisi dengan saldo Bank.

 

  1. Format Laporan Realisasi  Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
  2. Laporan Realisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Semester Pertama)

LAPORAN REALISASI PELAKSANAAN

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA

SEMESTER  PERTAMA

PEMERINTAH DESA…………..

TAHUN ANGGARAN………….

 

KODE  REKENING  

URAIAN

JUMLAH

ANGGARAN

(Rp.)

JUMLAH REALISASI

(Rp.)

LEBIH/

KURANG

(Rp.)

 

KET.

1 2 3     4
1       PENDAPATAN        
1 1     Pendapatan Asli Desa        
1 1 1   Hasil Usaha        
1 1 2   Swadaya,  Partisipasi dan Gotong  Royong        
1 1 3   Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah        
                 
1 2     Pendapatan Transfer        
1 2 1   Dana Desa        
1 2 2   Bagian dari hasil pajak &retribusi daerah kabupaten/ kota        
1 2 3   Alokasi Dana Desa        
1 2 4   Bantuan Keuangan        
1 2 4 1 Bantuan Provinsi        
1 2 4 2 Bantuan Kabupaten / Kota        
                 
1 3     Pendapatan Lain lain        
1 3 1   Hibah dan Sumbangan dari pihak ke-3 yang tidak mengikat        
1 3 2   Lain-lain Pendapatan Desa yang sah        
                 
        JUMLAH PENDAPATAN        
                 
2       BELANJA        
2 1     Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa        
2 1 1   Penghasilan Tetap dan Tunjangan        
2 1 1 1 Belanja Pegawai:        
        –   Penghasilan Tetap Kepala Desa  dan Perangkat        
        –   Tunjangan Kepala Desa dan Perangkat        
        –    Tunjangan BPD        
2 1 2   Operasional Perkantoran        
2 1 2 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –  Alat Tulis Kantor        
        –   Benda POS        
        –  Pakaian Dinas dfan Atribut        
        –   Pakaian Dinas        
        –   Alat dan Bahan Kebersihan        
        –   Perjalanan Dinas        
        –   Pemeliharaan        
        –   Air, Listrik,dasn Telepon        
        –   Honor        
        –   dst…………………..        
                 
2 1 2 3 Belanja Modal        
        –   Komputer        
        –   Meja dan Kursi        
        –   Mesin TIK        
        –   dst……………………..        
                 
2 1 3   Operasional BPD        
2 1 3 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –   ATK        
        –   Penggandaan        
        –   Konsumsi Rapat        
        –   dst …………………….        
                 
2 1 4   Operasional RT/ RW        
2 1 4 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –   ATK        
        –   Penggadaan        
        –   Komsumsi Rapat        
        –   dst ………………………….        
                 
2 2     Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa        
2 2 1   Perbaikan Saluran Irigasi        
2 2 1 2 Belanja Barang dan jasa        
        –   Upah Kerja        
        –   Honor        
        –   dst………………..        
2 2 1 3 Belanja Modal        
        –   Semen        
        –   Material        
        –   dst…………        
                 
2 2 2   Pengaspalan  jalan  desa        
2 2 2 2 Belanja Barang dan Jasa :        
        –  Upah Kerja        
        –  Honor        
        –  dst…………………………………..        
2 2 2 3 Belanja  Modal:        
        –  Aspal        
        –  Pasir        
        –  dst ……………        
                 
2 2 3   Kegiatan……………………………        
                 
2 3     Bidang Pembinaan Kemasyarakatan        
2 3 1   Kegiatan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban        
2 3 1 2 Belanja Barang dan Jasa:        
        –  Honor Pelatih        
        –  Konsumsi        
        –  Bahan Pelatihan        
        –  dst…………………        
                 
2 3 2   Kegiatan…………………….        
                 
2 4     Bidang Pemberdayaan Masyarakat        
2 4 1   Kegiatan Pelatihan Kepala Desa dan Perangkat        
2 4 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:        
        –  Honor pelatih        
        –  Konsumsi        
        –  Bahan pelatihan        
        –  dst…………………        
                 
2 4 2   Kegiatan………………………..        
                 
2 5     Bidang Tak Terduga        
2 5 1   Kegiatan Kejadian Luar Biasa        
2 5 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:        
        –  Honor tim        
        –  Konsumsi        
        –  Obat-obatan

–  dst……………………

       
                 
2 5 2   Kegiatan…………………        
                 
        JUMLAH  BELANJA        
                 
        SURPLUS / DEFISIT        
                 
3       PEMBIAYAAN        
3 1     Penerimaan Pembiayaan        
3 1 1   SILPA        
3 1 2   Pencairan Dana Cadangan        
3 1 3   Hasil Kekayaan  Desa Yang di pisahkan        
        JUMLAH  ( RP )        
                 
3 2     Pengeluaran   Pembiayaan        
3 2 1   Pembentukan Dana Cadangan        
3 2 2   Penyertaan Modal Desa        
        JUMLAH ( RP )        
                 

 

DISETUJUI OLEH

KEPALA DESA ………………………

 

 

TTD

(……………………………….)

 

 

 

  1. Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Semester Akhir Tahun)

 

LAPORAN REALISASI PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA

SEMESTER AKHIR TAHUN

PEMERINTAH DESA…………..

TAHUN ANGGARAN………….

 

KODE  REKENING  

URAIAN

JUMLAH

ANGGARAN

(Rp.)

JUMLAH REALISASI

(Rp.)

LEBIH/

KURANG

(Rp.)

 

KET.

1 2 3     4
        PINDAHAN SALDO (SEMESTER PERTAMA )        
1       PENDAPATAN        
1 1     Pendapatan Asli Desa        
1 1 1   Hasil Usaha        
1 1 2   Swadaya,  Partisipasi dan Gotong  Royong        
1 1 3   Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah        
                 
1 2     Pendapatan Transfer        
1 2 1   Dana Desa        
1 2 2   Bagian dari hasil pajak &retribusi daerah kabupaten/ kota        
1 2 3   Alokasi Dana Desa        
1 2 4   Bantuan Keuangan        
1 2 4 1 Bantuan Provinsi        
1 2 4 2 Bantuan Kabupaten / Kota        
                 
1 3     Pendapatan Lain lain        
1 3 1   Hibah dan Sumbangan dari pihak ke-3 yang tidak mengikat        
1 3 2   Lain-lain Pendapatan Desa yang sah        
                 
        JUMLAH PENDAPATAN        
                 
2       BELANJA        
2 1     Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa        
2 1 1   Penghasilan Tetap dan Tunjangan        
2 1 1 1 Belanja Pegawai:        
        –   Penghasilan Tetap Kepala Desa  dan Perangkat        
        –   Tunjangan Kepala Desa dan Perangkat        
        –    Tunjangan BPD        
2 1 2   Operasional Perkantoran        
2 1 2 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –  Alat Tulis Kantor        
        –   Benda POS        
        –  Pakaian Dinas dfan Atribut        
        –   Pakaian Dinas        
        –   Alat dan Bahan Kebersihan        
        –   Perjalanan Dinas        
        –   Pemeliharaan        
        –   Air, Listrik,dasn Telepon        
        –   Honor        
        –   dst…………………..        
                 
2 1 2 3 Belanja Modal        
        –   Komputer        
        –   Meja dan Kursi        
        –   Mesin TIK        
        –   dst……………………..        
                 
2 1 3   Operasional BPD        
2 1 3 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –   ATK        
        –   Penggandaan        
        –   Konsumsi Rapat        
        –   dst …………………….        
2 1 4   Operasional RT/ RW        
2 1 4 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –   ATK        
        –   Penggadaan        
        –   Konsumsi Rapat        
        –   dst ………………………….        
                 
2 2     Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa        
2 2 1   Perbaikan Saluran Irigasi        
2 2 1 2 Belanja Barang dan jasa        
        –   Upah Kerja        
        –   Honor        
        –   dst………………..        
2 2 1 3 Belanja Modal        
        –   Semen        
        –   Material        
        –   dst…………        
                 
2 2 2   Pengaspalan  jalan  desa        
2 2 2 2 Belanja Barang dan Jasa :        
        –  Upah Kerja        
        –  Honor        
        –  dst…………………………………..        
2 2 2 3 Belanja  Modal:        
        –  Aspal        
        –  Pasir        
        –  dst ……………        
                 
2 2 3   Kegiatan……………………………        
                 
2 3     Bidang Pembinaan Kemasyarakatan        
2 3 1   Kegiatan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban        
2 3 1 2 Belanja Barang dan Jasa:        
        –  Honor Pelatih        
        –  Konsumsi        
        –  Bahan Pelatihan        
        –  dst…………………        
                 
2 3 2   Kegiatan………………….        
                 
2 4     Bidang Pemberdayaan Masyarakat        
2 4 1   Kegiatan Pelatihan Kepala Desa dan Perangkat        
2 4 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:        
        –  Honor pelatih        
        –  Konsumsi        
        –  Bahan pelatihan        
        –  dst…………………        
                 
2 4 2   Kegiatan………………..        
                 
2 5     Bidang Tak Terduga        
2 5 1   Kegiatan Kejadian Luar Biasa        
2 5 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:        
        –  Honor tim        
        –  Konsumsi        
        –  Obat-obatan

–  dst……………………

       
                 
2 5 2   Kegiatan…………………        
                 
        JUMLAH  BELANJA        
                 
        SURPLUS / DEFISIT        
                 
3       PEMBIAYAAN        
3 1     Penerimaan Pembiayaan        
3 1 1   SILPA        
3 1 2   Pencairan Dana Cadangan        
3 1 3   Hasil Kekayaan  Desa Yang di pisahkan        
        JUMLAH  ( RP )        
                 
3 2     Pengeluaran   Pembiayaan        
3 2 1   Pembentukan Dana Cadangan        
3 2 2   Penyertaan Modal Desa        
        JUMLAH ( RP )        
                 

 

DISETUJUI OLEH

KEPALA DESA ………………………

 

TTD

(……………………………….)

 

  1. LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN REALISASI PELAKSANAAN APBDESA

 

 

 

LAMBANG PEMDES

PEMERINTAH DESA  ………………….

KECAMATAN  …………………….

KABUPATEN  ………………..

 

RANCANGAN PERATURAN DESA …………………

NOMOR  …………  TAHUN……….

T E N T A N G

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN  REALISASI PELAKSANAAN

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA

TAHUN ANGGARAN ………………

 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

 

KEPALA DESA …………………..

 

 

Menimbang          :        Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal …. Peraturan Daerah Kabupaten  …….. Nomor … Tahun …… tentang ………………., Kepala Desa wajib menyusun  Peraturan Desa tentang Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan Anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ……………………… Tahun Anggaran;

 

 

Mengingat           : 1.    Undang-Undang Nomor 6  Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara tahun Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495)

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 213, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558);
  3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor ………….. Tahun …….. tentang  Pengelolaan Keuangan Desa;
  4. Peraturan Daerah Kabupaten ………. Nomor ………….. Tahun …….. tentang ………………….. (Lembaran daerah Kabupaten ……………… Tahun ………… Nomor ….. );

 

 

Dengan Kesepakatan  Bersama

 

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA ……………….

 

MEMUTUSKAN

 

Menetapkan                     :     RANCANGAN PERATURAN DESA ……………. TENTANG LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN REALISASI PELAKSANAAN ANGGARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA ……………………… TAHUN ANGGARAN 20……..MENJADI PERATURAN DESA ……………………… TENTANG LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN REALISASI PELAKSANAAN ANGGARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA ……………………… TAHUN ANGGARAN 20……..

 

 

 

 

Pasal 1

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran …… dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pendapatan Desa                                                                                     Rp…………………..
  2. Belanja Desa
  3. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa Rp……………………….
  4. Bidang Pembangunan Rp……………………….
  5. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Rp……………………….
  6. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp……………………….
  7. Bidang Tak Terduga Rp…………………….

Jumlah Belanja                                           Rp……………………….

Surplus/Defisit                                                       Rp…………………….

= = = = = = = = = ===

  1. Pembiayaan Desa
  2. Penerimaan Pembiayaan                         Rp. …………………….
  3. Pengeluaran Pembiayaan Rp. …………………….

Selisih Pembiayaan ( a – b )                                     Rp………………………

= = = = = = = = = =====

 

 

Pasal 2

 

Uraian lebih lanjut mengenai  hasil pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sebagaimana dimaksud Pasal 1, tercantum dalam lampiran Peraturan Desa ini terdiri dari:

  1. Lampiran I : Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan APBDesaTahun Anggaran ………;
  2. Lampiran II : Laporan Program Sektoral dan Program Daerah yang masuk ke desa.

 

Pasal 3

Lampiran-lampiran sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Desa ini.

Pasal 4

Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini  dalam Lembaran Desa dan berita Desa oleh Sekretaris Desa.

 

Ditetapkan di  …………….

Pada tanggal  ……………..

KEPALA DESA ……………….

 

 

……………………………………….

 

Lampiran I Peraturan Desa

Nomor   : ………

Tentang : Laporan Pertanggungjawaban

Realisasi Pelaksanaan APBDesa Tahun Anggaran ……

 

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN REALISASI PELAKSANAAN APBDesa

PEMERINTAH DESA …………………

TAHUN ANGGARAN………………….

 

 

KODE  REKENING

 

URAIAN

ANGGARAN

 

(Rp.)

REALISASI

 

(Rp.)

LEBIH/

KURANG

(Rp.)

 

KET.

1 2 3 4 5 6
1       PENDAPATAN        
1 1     Pendapatan Asli Desa        
1 1 1   Hasil Usaha        
1 1 2   Swadaya,  Partisipasi dan Gotong  Royong        
1 1 3   Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah        
                 
1 2     Pendapatan Transfer        
1 2 1   Dana Desa        
1 2 2   Bagian dari hasil pajak &retribusi daerah kabupaten/ kota        
1 2 3   Alokasi Dana Desa        
1 2 4   Bantuan Keuangan        
1 2 4 1 Bantuan Provinsi        
1 2 4 2 Bantuan Kabupaten / Kota        
                 
1 3     Pendapatan Lain lain        
1 3 1   Hibah dan Sumbangan dari pihak ke-3 yang tidak mengikat        
1 3 2   Lain-lain Pendapatan Desa yang sah        
                 
        JUMLAH PENDAPATAN        
                 
2       BELANJA        
2 1     Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa        
2 1 1   Penghasilan Tetap dan Tunjangan        
2 1 1 1 Belanja Pegawai:        
        –   Penghasilan Tetap Kepala Desa  dan Perangkat        
        –   Tunjangan Kepala Desa dan Perangkat        
        –    Tunjangan BPD        
2 1 2   Operasional Perkantoran        
2 1 2 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –  Alat Tulis Kantor        
        –   Benda POS        
        –  Pakaian Dinas dfan Atribut        
        –   Pakaian Dinas        
        –   Alat dan Bahan Kebersihan        
        –   Perjalanan Dinas        
        –   Pemeliharaan        
        –   Air, Listrik,dasn Telepon        
        –   Honor        
        –   dst…………………..        
                 
2 1 2 3 Belanja Modal        
        –   Komputer        
        –   Meja dan Kursi        
        –   Mesin TIK        
        –   dst……………………..        
                 
2 1 3   Operasional BPD        
2 1 3 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –   ATK        
        –   Penggandaan        
        –   Konsumsi Rapat        
        –   dst …………………….        
                 
2 1 4   Operasional RT/ RW        
2 1 4 2 Belanja Barang dan Jasa        
        –   ATK        
        –   Penggadaan        
        –   Komsumsi Rapat        
        –   dst …………………….        
                 
2 2     Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa        
2 2 1   Perbaikan Saluran Irigasi        
2 2 1 2 Belanja Barang dan jasa        
        –   Upah Kerja        
        –   Honor        
        –   dst………………..        
2 2 1 3 Belanja Modal        
        –   Semen        
        –   Material        
        –   dst…………        
                 
2 2 2   Pengaspalan  jalan  desa        
2 2 2 2 Belanja Barang dan Jasa :        
        –  Upah Kerja        
        –  Honor        
        –  dst…………………………        
2 2 2 3 Belanja  Modal:        
        –  Aspal        
        –  Pasir        
        –  dst ……………        
                 
2 2 3   Kegiatan…………………        
                 
2 3     Bidang Pembinaan Kemasyarakatan        
2 3 1   Kegiatan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban        
2 3 1 2 Belanja Barang dan Jasa:        
        –  Honor Pelatih        
        –  Konsumsi        
        –  Bahan Pelatihan        
        –  dst…………………        
                 
2 3 2   Kegiatan…………………….        
                 
2 4     Bidang Pemberdayaan Masyarakat        
2 4 1   Kegiatan Pelatihan Kepala Desa dan Perangkat        
2 4 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:        
        –  Honor pelatih        
        –  Konsumsi        
        –  Bahan pelatihan        
        –  dst…………………        
                 
2 4 2   Kegiatan……………………….        
                 
2 5     Bidang Tak Terduga        
2 5 1   Kegiatan Kejadian Luar Biasa        
2 5 1 2 Belanja Barang  dan Jasa:        
        –  Honor tim        
        –  Konsumsi        
        –  Obat-obatan

–  dst……………………

       
                 
2 5 2   Kegiatan………………………        
                 
        JUMLAH  BELANJA        
                 
        SURPLUS / DEFISIT        
                 
3       PEMBIAYAAN        
3 1     Penerimaan Pembiayaan        
3 1 1   SILPA        
3 1 2   Pencairan Dana Cadangan        
3 1 3   Hasil Kekayaan  Desa Yang di pisahkan        
        JUMLAH  ( RP )        
                 
3 2     Pengeluaran   Pembiayaan        
3 2 1   Pembentukan Dana Cadangan        
3 2 2   Penyertaan Modal Desa        
        JUMLAH ( RP )        
                 
        –   Pembiayaan Netto (PENERIMAAN PEMBIAYAAN –PENGELUARAN PEMBIAYAAN  )

–   SILPA tahun berjalan (SELISIH ANTARA PEMBIAYAAN NETTO DENGAN HASIL SURPLUS/DEFISIT)

       

 

TANGGAL …………………………

TTD

(KEPALA DESA …………..)

 

Lampiran II Peraturan Desa

Nomor   : ………

Tentang : Laporan   Kekayaan   Milik    Desa

Sampai Dengan 31 Desember 20…

 

LAPORAN KEKAYAAN  MILIK  DESA

SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20…

 

URAIAN TAHUN N

(Tahun Periode Pelaporan)

TAHUN N-1

(Tahun Sebelumnya)

I.    ASET DESA

A.     ASET LANCAR

1.   Kas Desa

a.     Uang kas di Bendahara Desa

b.     Rekening Kas Desa

   
2.   Piutang

a.    Piutang Sewa Tanah

b.    Piutang Sewa Gedung

c.     dst……

   
3.   Persediaan

a.     Kertas Segel

b.     Materai

c.     dst……

   
JUMLAH ASET LANCAR    
 

B.     ASET TIDAK LANCAR

1.   Investasi Permanen

–  Penyertaan Modal Pemerintah Desa

   
2.   Aset Tetap

–       Tanah

–       Peralatan dan Mesin

–       Gedung dan bangunan

–       Jalan, Jaringan dan Instalasi

–       dst…….

   
3.   Dana Cadangan

–     Dana Cadangan

4.   Aset tidak lancar Lainnya

   
     
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR    
JUMLAH ASET   (A + B)    
II.  KEWAJIBAN JANGKA PENDEK    
     JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK    
     
JUMLAH KEKAYAAN BERSIH( I – II )    
     

 

TANGGAL …………………………

TTD

(KEPALA DESA …………..)

 

Penjelasan tabel:

 

  1. Aset desa adalah barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah.
  2. Uang kas adalah uang milik Pemerintah Desa, baik yang disimpan di Bendahara Desa maupun di rekening kas desa.
  3. Piutang Desa adalah tagihan uang desa kepada pihak yang mengelola kekayaan desa, antara lain berupa tanah, gedung yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun anggaran sejak ditetapkannya kerjasama tersebut.
  4. Persediaan adalah suatu kekayaan berupa barang milik pemerintah desa yang dinilai dengan uang baik berupa uang kertas maupun surat berharga dalam periode normal, antara lain kertas segel, materai, deposito, giro.
  5. Aset Desa tidak lancar meliputi penyertaan modal pemerintah desa dan aset tetap milik desa antara lain tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan dan instalasi.
  6. Dana cadangan adalah dana yang disisikan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana yang relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.
  7. Kewajiban adalah  utang yang timbul karena adanya pinjaman oleh Pemerintah.
  8. Kekayaan bersih adalah selisih antara aset dan kewajiban pemerintah desa.

 

Catatan :

Terkait dengan angka 7,  bahwa dalam APBDesa khususnya pada pembiayaan tidak dibuka peluang untuk pinjaman.

 

 

 

 

Lampiran III Peraturan Desa

Nomor   : ………

Tentang : Program Sektoral dan Program

Daerah yang masuk Ke Desa

 

PROGRAM SEKTORAL DAN PROGRAM DAERAH YANG MASUK KE DESA
Tanggal : ………………
Desa : ………………
Kecamatan : ………………
Kabupaten : ………………
No. Jenis Kegiatan Lokasi Kegiatan Rincian Kegiatan Volume Satuan Sumber Dana Jumlah
(Rp)
               
               
               
               
               
               
  Sub Total Jenis Kegiatan (1)         Rp.
               
               
               
               
               
               
               
  Sub Total Jenis Kegiatan (2)         Rp.
               
               
               
               
               
  Sub Total Jenis Kegiatan (3)         Rp.
               
               
               
               
           Sub Total (4)         Rp.
   Total (1 s/d 4)         Rp.
  tanggal, ………………..
Kepala  Desa
(………………………..)

 

MENTERI DALAM NEGERI

REPUBLIK  INDONESIA,

 

ttd

 

TJAHJO KUMOLO

Salinan sesuai dengan aslinya

KEPALA BIRO HUKUM,

 

 

  1. SIGIT PUDJIANTO

NIP. 19590203 198903 1 001.

 

 

Tentang ahsan ahmad

Lahir di Jepara, 12 Juli 1971 Aktif di organisasi kemasyarakatan dan mengabdi di lembaga pendidikan
Pos ini dipublikasikan di Peraturan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s